
Tabanan, 5 Agustus 2026 – Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali menerima kunjungan Studi Banding (Benchmarking) dari Tim Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa dalam rangka memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kunjungan dipimpin oleh Plt. Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, S.T., M.M.Tr., dan disambut langsung oleh Direktur Poltrada Bali, Firga Ariani, beserta jajaran Tim Pembangunan Zona Integritas Poltrada Bali di Kampus I Poltrada Bali.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan menyelaraskan strategi pembangunan Zona Integritas melalui pembelajaran dari satuan kerja yang telah berhasil menerapkan berbagai praktik terbaik (best practices) dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai satuan kerja yang telah meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Poltrada Bali berbagi pengalaman sekaligus memberikan pendampingan kepada Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa dalam mempersiapkan pembangunan Zona Integritas menuju WBK.


Dalam sambutannya, Direktur Poltrada Bali menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh komitmen pimpinan, keterlibatan seluruh pegawai, serta implementasi budaya integritas yang dilakukan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Session Persiapan Seleksi Wawancara Pembangunan Zona Integritas Tahun 2026 yang disampaikan oleh Tim Pembangunan Zona Integritas Poltrada Bali. Pada sesi tersebut dipaparkan strategi penyusunan bahan wawancara, implementasi enam area perubahan, penguatan pengawasan, inovasi pelayanan publik, pengelolaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), manajemen risiko, hingga optimalisasi media komunikasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola organisasi secara berkelanjutan.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait strategi menghadapi seleksi wawancara WBK, penguatan implementasi Zona Integritas, pengelolaan SKM, publikasi melalui media sosial, penerapan manajemen risiko, serta penyusunan tindak lanjut hasil evaluasi. Tim Poltrada Bali turut berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan hingga berhasil memperoleh predikat WBBM.

Selain berdiskusi dan berbagi pengalaman, rombongan juga melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah fasilitas dan area pelayanan di lingkungan Poltrada Bali. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung implementasi inovasi pelayanan, sarana pendukung, media informasi, serta budaya kerja yang mendukung terciptanya pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua instansi tidak hanya bertukar informasi, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan. Diharapkan, pengalaman dan praktik baik yang diperoleh dapat menjadi referensi bagi Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa dalam mempersiapkan penilaian Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi, sehingga mampu meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Poltrada Bali berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, berbagi praktik baik, serta mendukung satuan kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang berkelanjutan dan pelayanan publik yang semakin prima.


