


Kegiatan Pendampingan Identifikasi Risiko dan Pelaksanaan Pengendalian Risiko Triwulan III Tahun 2026 Hari Ke-I dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas unit kerja dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap unit kerja mampu mengenali potensi risiko yang melekat pada pelaksanaan tugas dan fungsinya, mengidentifikasi faktor penyebab serta dampak yang mungkin ditimbulkan, dan merumuskan langkah-langkah pengendalian yang tepat, efektif, dan terukur.
Kegiatan di buka oleh Bapak Medy Purwanto, ST, MT selaku Koordinator UPR Poltrada Bali dilanjutkan paparan dari Kepala Satuan Pemeriksaan Intern selaku UMR Poltrada Bali, Paparan dari UMR terkait jumlah risiko yang telah teridentifikasi dan penanganan risiko yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan pada triwulan III dan IV serta catatan dari Inspektorat Jenderal selaku Unit Pengawas Intern (UPI) terkait pelaksanaan Penilaian Mandiri Manajemen Risiko.
Pendampingan pada hari pertama ini melibatkan unit pengelola risiko bagian Akademik, Administrasi Ketarunaan dan Alumni, Sistem Penjaminan Mutu (SPM), Teknologi Informasi (TI), Bahasa, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Laboratorium, Perpustakaan, serta Program Studi Transportasi Otomotif (TO), Manajemen Logistik (MLOG), dan Manajemen Transportasi Jalan (MTJ).




Pendampingan pada hari kedua ini melibatkan unit pengelola risiko bagian Umum dan Kerja Sama, Keuangan, Pelatihan, Pengembangan Usaha, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Pusat Pembangunan Karakter (Puspeka), Asrama, dan Kesehatan. Setiap unit kerja didampingi untuk meninjau proses bisnis dan pelaksanaan tugas serta fungsinya guna memastikan bahwa risiko yang diidentifikasi telah sesuai dengan kondisi aktual dan karakteristik kegiatan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap unit kerja dapat menyusun identifikasi risiko yang relevan dengan proses bisnis masing-masing, menetapkan prioritas risiko berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampaknya, serta menentukan rencana pengendalian yang sesuai dengan karakteristik risiko yang dihadapi. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian risiko yang telah dilaksanakan dan mendorong peningkatan kesadaran seluruh unit kerja terhadap pentingnya penerapan manajemen risiko secara berkelanjutan di lingkungan Politeknik Transportasi Darat Bali.
Dengan terlaksananya pendampingan ini, diharapkan pengelolaan risiko dapat dilaksanakan secara lebih sistematis, terarah, dan terdokumentasi, sehingga mendukung terciptanya tata kelola organisasi yang efektif, efisien, akuntabel, serta berorientasi pada pencapaian kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan.


